Halo Genk, hari Minggu kemarin (15/3) kami dari Sahabat Inspirasi berkesempatan menghibur dan bermain bersama adik – adik dari Yatim Mandiri lho. Senangnyaa bisa mengisi ruang – ruang keceriaan mereka melalui beraneka Permainan Tradisional seperti Gobak Sodor, Blentik, Bak Boi, Ular Nagha, dan Bak Benteng, seruuu abisss dah pokoknya. Sekitar 50 adik – adik yatim ikut bermain bersama dengan beragam tingkah laku mereka yang lucu – lucu dan menggemaskan semakin membuat acara di Kebun Blimbing kemarin semakin meriah.
Oiya, saat itu saya berperan sebagai apa yaa, sebut saja sebagai tim Hore (yang suka klitar kliter dan bikin kehebohan gitu deh ^^ hihi). Nah, ketika saya berkeliling melihat Pos permainan, saya terhenti di Pos permainan Gobak Sodor. Sekilas, pandangan saya teralihkan kepada seorang Gadis Kecil nan cantik nan imut sedang berlari dengan lincahnya melewati hadangan lawan saat bermain Gobak Sodor. Terkonfirmasi namanya Anisa.
Genk, ketika kalian bertemu gadis Kecil (serius kecil banget, kira – kira kelas 2 SD gitu) yang lugu, ceria, bersemangat saat bermain, apa yang akan kalian lakukan ?? Iyeesss... ikut bermain bersama dia. Langsung deh saya ikutan main, jadi rekan 1 Timnya dia di permainan Gobak Sodor. Lalu saya berkata, “Anisa... ayo kita menangkan permainan ini, hati – hati jangan sampai kena tangan Tim Lawan yaaa”. Eeh, tiba – tiba dan nampaknya dia tidak mendengarkan perkataan saya, (dengan mengenakan kaos “kebesaran”-nya) si Anisa langsung berlari dengan langkah – langkah kecilnya melewati halangan / sodor lawan.
Well, ajaibnya dia berhasil lho melewati Sodor lawan hingga dia balik hampir mencapai finish line. Namun sayangnya di Sodor terakhir dia kena tangan lawan #SayangSekali #AnisaRapopo, hahaha. Meski demikian si Anisa tetep bersemangat dan ceria lho. Tapiii... sesaat setelah itu ada seorang anak laki – laki rekan 1 timnya yang menyalahkan Anisa dan berkata kasar kepada Anisa (dan di situ kadang saya merasa sedih).
Hal demikian tidak boleh dibiarkan dan saya berfikir apabila kondisi ini dibiarkan pasti keceriaan Anisa akan hilang. Lalu saya mencoba menghampiri rekan 1 Timnya tadi untuk meredamkan emosi dan mencoba untuk “Rebuild Condition”.
Sambil beralih ke permainan berikutnya (Permainan Bak Benteng), saya mengatakan kepada anak laki – laki tersebut, “Nampaknya kita semua tahu bahwa Anisa adalah peserta paling kecil di antara kita semua, kira – kira apabila kamu sebagai Anisa kamu mau gak diperlakukan seperti itu ?? (dia menggelengkan kepala) Tentu tidak kan ?? Nah, bagaimana jika seperti ini, karena Anisa adalah yang paling kecil yuk kita kasih tugas yang lebih mudah bagi dia yaitu sebagai penjaga Benteng.
Dan kamu sebagai anak laki – laki yang lincah dan gesit menjadi tim Penyerangnya ?? Setujuu ^^ ??”. Dan dia pun setuju walau masih sedikit emosi sih, setidaknya kami semua sepakat bahwa setiap individu berperan penting dalam permainan ini termasuk Anisa. Ketika permainan berlangsung, dan violaaaa... tim kita menang lho Genk ^^. Nah, dari sini saya mencoba kembali melakukan perbaikan kondisi bersama mereka dan mengatakan, “Selamat atas kemenangan ini, dan taukah kalian kita bisa memenangkan permainan kini karena kekompakan kita lho, salah satunya berkat kewaspadaan Anisa dalam menjaga Benteng, bagaimana rasanya apabila memiliki sebuah tim yang kompak ?? Pasti permainan lebih terasa menyenangkan bukan ?? Nah, untuk merayakan kemenangan ini yuk kita saling mengucapkan terima kasih sambil toss bersama...”.
Dari situ nampak wajah Anisa yang mulai tersenyum kembali. Akhirnya dia mampu meyakinkan ke teman – temannya bahwa dirinya bukan anak yang lemah dan dia membuktikan ke kita semua bahwa dia sangat berarti. Terima Kasih Anisa, Senang bisa bermain bersamamu.

Posting Komentar