![]() |
| Festival Dolanan Anak |
Dolanan kata yang tidak asing bagi aku, karena aku sering memainkanya waktu kecil dulu. Mulai dari Obak sodor atau gobak sodor, Bentik, bak Boy, dan lain sebagainya. Kala istirahat di sela-sela sekolah merupakan waktu yang paling asik untuk bermain bersama teman-temanku. Terkadang kamipun lupa bahwa kami harus melanjutkan pelajaran di sekolah.
Waktu kian cepat berlalu kini seolah-seolah cerita masa kecilku tinggal kenangan. Entah generasi sekarang tahu apa tidak tentang permainan tradisional yang dulu aku gemari dengan teman-teman. Sekilas yang tampak anak-anak lebih suka dengan permainan yang berbau elektronik gadget, playstation, atau malah berkutat dengan media sosial yang kian kemari menjadi salah satu kebutuhan primer manusia. Mudah-mudahan ini hanya kegalauanku mungkin juga anggapan ini salah, karena tidak semuanya melupakan dolanan Tradisional.
Buktinya tepat hari Minggu yang lalu tanggal 15 Maret 2015 teman-teman SI (Sahabat Inspirasi) dan YM (Yatim Mandiri) Bojonegoro menggelar festival dolanan tradisional di Kebun belimbing Desa Ngringin Rejo Kalitidu. acaranya begitu meriah lain dari acara-acara SI yang selama ini ku ikuti. Ada 50 anak dari Yatim Mandiri mereka rata-rata masih usia SD yang datang dari berbagai daerah di Bojonegoro.
Antusiasme mereka sangat luar biasa untuk memainkan dolanan tradisional mulai dari Gobak Sodor, Beteng, Boy, Blentik, dan Ular Naga. Semangat mereka mengingatkanku pada zaman dahulu ketika aku masih seusia mereka. Tawa mereka begitu lepas sehingga akupun memutuskan untuk ikut bermain bersama mereka. Hari itu intinya sangat senang penat di kepala serasa hilang ketika usai acara bagai pulang dari rekreasi bersama keluarga.
Keceriaan dolanan tradisional menyimpan berjuta makna dan filosofi didalamnya. Selain gerak tubuh yang menyehatkan dolanan tradisional juga mengandung nilai-nilai hidup yang terletak di dalamnya. beberapa nilai-nilai tersebut bahkan merupakan nilai-nilai yang biasa kita ketahui sebagai nilai dalam pendidikan karakter.
Pertama Nilai Kejujuran, dalam dolanan tradisional banyak melatih anak untuk berbuat jujur. Misal Boy mereka harus mengaku kalau terkena bola yang konsekuensinya tidak bisa melanjutkan permainan. Gobak sodor juga sangat kental Jika berada dalam kelompok yang mentas mengakui jika tersentuh lawan atau melewati batas maka juaga akan mati. Jika berada dalam kelompok jaga garis, tidak berbuat curang dengan keluar dari garis penjagaan.
Nilai Bertanggung jawab. Peserta dolanan tradisional harus melakukan tugasnya dengan tanggung jawab yang tinggi misal, pada Beteng harus pemain yang kalah harus menjaga betengnya supaya tidak direbut musuh. Blentik juga harus bertanggung jawab dengan tim yang dibelanya. Pada Gobak Sodor harus jaga garis dengan baik sesuai perannya masing-masing, sebagai anggota kelompok yang menjaga garis horizontal ataupun jaga garis vertikal.
Selanjutnya adalah Percaya diri Ketika mulai bermain anak-anak tidak pernah berpikir untuk kalah duluan. Mereka semua yakin akan kemampuanya untuk menang dan berani menghadapi lawan dalam permainan meskipun lawan mereka lebih besar darinya.
Tidak ketinggalan gaya hidup sehat hampir semua dolanan tradisional mengandung unsur olah raga. Mensyaratkan untuk pemainya supaya bergerak secara dinamis. Berlari-larian dan pasti keringat akan mengucur. Bagi aku hal ini sangat bermanfaat untuk membiasakan olah raga kembali.
Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif. dolanan tradisional merangsang aktivitas berpikir menentukan strategi untuk lepas dari penjagaan lawan, melihat situasi dan kondisi mengambil kesempatan, mengecoh lawan dan memikirkan bagaimana cara memperoleh kemenangan dengan tidak melanggar peraturan yang ada.
Itulah beberapa nilai-nilai yang mungkin bisa aku bagi dengan teman-teman dalam dolanan tradisional. Mudah-mudahan kegiatan minggu lalu menjadi awal komitmen aku pribadi dan SI secara umum untuk melestarikan dolanan tradisional, agar gempuran permainan elektronik bisa terimbangi. Selain dari itu kita bisa mengambil manfaat dari dolanan tradisional yang begitu banyak baik secara penanaman filosofi maupun manfaat olah tubuh di dalamnya. Akhir kata sederhana memberi berbagi sepenuh hati.
Penulis
ABDUL GHONI ASROR, M.Pd
Penggiat Sahabat Inspirasi

Posting Komentar